Al-Ghazali : Peranannya Dalam Khazanah Intelektual Islam
Abstract
Perbedaan pendapat dalam Islam, merupakan rahmat dan dinilai sebagai hal yang wajar, bahkan sebelum Islam lahir, perbedaan itu sudah ada. Sebagaimana yang terjadi di kalangan filosof-filosof Yunani banyak terdapat perbedaan pendapat tentang persoalan filsafat, sehingga sukar dikemukakan kelemahan pemikiran para filosof tersebut, untuk ditanggapi secara keseluruhan. Dengan asumsi sebagaimana dikemukakan di atas, Al-Ghazali memandang cukup untuk menanggapi salah seorang dari mereka, yaitu Aristoteles, karena ia dianggap sebagai filosof terbesar. Aristoteles telah banyak mengeluarkan kritik terhadap filosof sebelumnya, bahkan terhadap Plato, guru Aristoteles sendiri. Motivasi Aristoteles dalam berbuat kritis disebabkan karena kecintaannya terhadap kebenaran, sebagaimana ungkapannya dalam menilai Plato, “Plato adalah kawan dan kebenaran adalah kawan pula”. Tetapi kebenaran lebih berhak dijadikan kawan daripada Plato. Filosof, mempresepsikan bahwa akhirat bukanlah hal yang bersifat jasmani, tetapi alam serba rohani. Sedangkan al-Ghazali mempresepsikan bahwa akhirat juga mungkin terjadi seperti alam jasmani yang sesuai dengan informasi Al-Qur’an, dengan demikian al-Ghazali dalam persoalan akhirat yang ghaib seperti dalam pembahasan ini, lebih tergiring pemikirannya kea rah tekstual dan tidak mau menggunakan ta’wil.
Downloads
References
M.M. Syasif, Aristoteles History of Moslem Philosophy, Wiesbeden, Otto Harrasowit, 1963, hal:582.
Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, II, UI Press, Jakarta, 1978, hal: 52.
DR. Sulaiman Dunia, al-haqiqat fi Nazar al-Ghaali, dar al-Ma’arif, 1971, hal: 18.
Fathiyah Hasan SUlaiman, al-Mahzhab al-Tarbawity, Ind al-Ghazali, al-Nahshat, Mesir, 1964, hal: 7.
DR. Abdul Halim Mahmoud, Hal Ihwal Tasawuf, dar al-Ilhya, Indonesia, hal: 39-40.
Ensiklopedia Islam, artikel al-Ghazali, Ikhtiar Baru, Jakarta, 1993, hal. 25.
H.A.R. Gibb, et all, The Enciclopedia of Islam, E.J. Brill, Leiden, 1960, hal:1038.
Muhammad Jawadi Ridha, al-Fikr al-tarbawy al-Islam, dar Fikr al-Arabiy, Kuwait, 1980, hal:112.
Hasan Langgulung, Asa-Asas Pendidikan Islam, Pustaka al-Husna, Jakarta, 1987, hal:127.
Fathiyah Hasan sulaman, Op.Cit, Hal: 8





