PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENGUATAN KARAKTER BANGSA MENUJU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Abstract
Globalisasi muncul salah satunya berkat penerapan masyarakat ekonomi asean (MEA) yaituketerkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Tujuannya penulisan karya ilmiah ini adalah, untuk memberikan penguatan terhadap karakter kebangsaan melalui pembelajaran bahasa berbasi kearifan local. Budaya sebagai karakter bangsa, jelas tidak boleh luntur dan harus diberi penguatan eksistensinya. Artikel ini secara garis besar akan membahasa dua persoalan krusial terkait berlakunya MEA.
Downloads
References
Koentjaraningrat, 1984. Kebudayaan, mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia.
Mulyasa, H.E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Srijanti dkk. 2009. Kearifan lokal Kewarganegaraan untuk Mahasiswa. Jakarta: Graha Ilmu.
Suprijanto. 2007. Kearifan lokal Orang Dewasa, dari Teori hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Susilastri Dian. 2009. bahasa Indonesia Berwarna “Lokal”: Think Globally and Act Locally. Balai BahasaSurabaya: Pelantra.
Sujarwo. 2011. Model-model Pembelajaran Suatu Strategi Mengajar. Yogyakarta: Penerbit Venus Gold Press.
Suyitno. 2009. Apresiasi Puisi dan Prosa. Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press).
Teeuw, A. 2013. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.
Trianton, Teguh. 2015. “Strategi Pemertahanan Identitas dan Diplomasi Budaya melaluiPengajaran Sastra Etnik Bagi Penutur Asing”. Makalah dalam Konferensi Bahasa dan Sastra III, UNS, Surakarta.
Wibowo, Agus. 2013. Pendidikan Karakter Berbasis Sastra. Yogyakarta: Pustaka Belajar.





