Perubahan dan Kesinambungan Fungsi Makna Tradisi Pecah Telur dalam Adat Perkawinan Masyarakat Jawa di Desa Masjid II Kecamatan Lubuk Pakam

  • Puspita Indah Sari Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan
  • Sutikno Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Keywords: Kata Kunci: Tradisi Pecah Telur, Suku Jawa, Budaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi tradisi pecah telur dalam adat pernikahan Jawa yang berlangsung di Desa Masjid IIĀ  Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Untuk mengetahui bagaimana awal adanya tradisi pecah telur dan mengapa masih dikembangkan dan dilaksanakan hingga saat ini.

Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah Metode Kualitatif yang digunakan untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi budaya. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode observasi yaitu yang dilakukan dengan cara datang langsung tempat penelitian,metode wawancara dilakukan dengan cara mewawancarai langsung ketua adat atau masyarakat yang mengetahui dan membantu penelitian,m etode dokumentasi yaitu mengambil data yang dibutuhkan dari buku-buku, jurnal dan skripsi.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Tradisi pecah telur merupakan suatu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tradisi yang sudah ada dari jaman dahulu yang harus kita lestarikan sampai kapanpun.Dalam prosesi pelaksannaan tradisi pecah telur ini pengantin pria menginjak telur sampai pecah dan perempuan membersihkan kaki pengantin pria dengan air bunga setaman. Dalam hal ini mengartikan bahwa seorang pria bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan istrinya dan seorang istri harus patuh atas perintah suaminya dan mampu menjaga nama baik suamiya agar tetap harum. Tradisi pecah telur telah mengalami perubahan yaitu jika dahulu pengantin pria menginjak telur tanpa menggunakan alas, maka sekarang saat ingin menginjak telur harus dibungkus dengan plastik. Supaya tidak kotor dan bisa dikonsumsi kembali telur tersebut. Dan pelakasanaan pecah telur ini tidak dikatakan mubazir atau boros.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Awaliyah, A. (2020). Tradisi Pecah Telur dalam Adat Pernikahan Masyarakat Jawa Di Desa Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Cahyani, T. D. (2020). Hukum Perkawinan (Vol. 1). UMMPress.
Milenia, P. P. (2022). Tradisi Pecah Telur Pada Prosesi Pernikahan Adat Jawa Di Kota Jambi Tahun 1979-2021 (Doctoral dissertation, Ilmu sejarah).
Milenia, P. P. (2022). TRADISI PECAH TELUR PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KOTA JAMBI TAHUN 1979-2021 (Doctoral dissertation, Ilmu sejarah).
Neonnub, F. I., & Habsari, N. T. (2018). Belis: tradisi perkawinan masyarakat Insana kabupaten Timor Tengah Utara (kajian historis dan budaya tahun 2000-2017). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 8(01), 107-126.
Nomor, U. U. (1). tahun 1974 tentang Perkawinan.
Pratama, B. A., & Wahyuningsih, N. (2018). Pernikahan Adat Jawa Di Desa Nengahan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Haluan Sastra Budaya, 2(1), 19-40.
Santoso, S. (2016). Hakekat Perkawinan Menurut Undang-Undang Perkawinan, Hukum Islam dan Hukum Adat. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 7(2), 412-434.
Sembiring, S. A. (2018). Makna Simbolik Di Bali Tradisi Pecah Telur Dalam Pernnikahan Adat Jawa (Studi Kualitatif Pada Masyarakat Kecamatan Labuhan Deli) (Doctoral dissertation).
Sentia, I. (2021). Makna Simbolis dan Nilai Budaya Pecah Telur pada Prosesi Pernikahan Suku Jawa di Dusun IX Desa Sidua-Dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Siti Komariah, A., Mailinar, M., & Aminuddin, A. (2018). Makna Simbolis Pecah Telur Pada Prosesi Perkawinan Suku Jawa Studi Kasus Di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Kajian Etnografi) (Doctoral dissertation, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi).
Surahman, E., Satrio, A., & Sofyan, H. (2020). Kajian teori dalam penelitian. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3(1), 49-58.
Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya Dan Kebudayaan: Tinjauan Dari Berbagai Pakar, Wujud-Wujud Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan Yang Bersifat Universal. Cross-border, 5(1), 782-791.
Published
2023-06-12